Jumat, 10 Januari 2014

Perkembangan Pendidikan di Tingkat Kecamatan

,


Kecamatan Sukaluyu terdiri dari sepuluh desa dengan berbagai tingkat sosial masyarakatnya  dan terdapat beberapa lembaga PAUD di tiap desa dengan rincian :

1.      
Sindangraja
No
Nama Lembaga
Alamat Lembaga
Jumlah siswa
3 - 6 thn

L
P
1
RA.Al-Akhayar
kp. sindangraja
12
13
2
TK Azzahra
kp. pasir terong
23
34
3
Paud Al-Asabulyamin
kp. waas
23
27
4
Paud mawar
kp. Lio
5
6


Jumlah
63
 70

2.      
Hegarmanah
No
Nama Lembaga
Alamat Lembaga
Jumlah siswa
3 - 6 thn

L
P
1
Paud At-Taqwa
Hegarmanah
15
10
2
TK Salamul Huda
kp. Neglasari
4
9
3
Paud Al-muzahdin
kp. Neglasari
11
19
4
Paud Al-Falah
kp. Jati
6
11
5
Paud Al-Huda
kp. Cibogo
14
10
6
TK Al-Muslimun
kp. Sukamaju
9
11
7
Paud Anida
kp. Kebon Teti
18
13
8
Paud Al-ansor
kp. Kebon Teti
5
10
9
Paud Al-Fathanah
kp. Tegal Teri
11
8
10
Paud Raudatul Muta'alimin
kp. Tegal Teri
4
4
Jumlah
97
105

3.      
Sukasirna
No
Nama Lembaga
Alamat Lembaga
Jumlah siswa
3 - 6 thn

L
P
1
Al-Istiqomah
kp. Pasir Nangka
13
8
2
Paud Ar-Rohman

12
13
3
TQA Al-Irfan

5
15
4
TKA Al-Iman

15
13
5
al faruk



6
al ikhlas



7
islamryadul adfal



Jumlah
45
49

4.      
Selajambe
No
Nama Lembaga
Alamat Lembaga
Jumlah siswa
3 - 6 thn

L
P
1
Al – Hikmah
Hegarmanah
13
9
2
Al – Ihsan
kp. Neglasari
16
8
3
Nurul Zaman
kp. Neglasari
13
17
4
Al – Istiqlal
kp. Jati
15
45
5
Al - Ikhsan I
kp. Cibogo
12
14
6
Al - Ikhsan II
kp. Sukamaju
11
12
7
Gema Insani
kp. Kebon Teti
8
12
8
Nahdlatul Aulap
kp. Kebon Teti
26
24
9
Raudatul Muta'alimin
kp. Tegal Teri
27
27
Jumlah
141
168

5.      
Tanjungsari
No
Nama Lembaga
Alamat Lembaga
Jumlah siswa
3 - 6 thn

L
P
1
Ar Razaq
kp. Tonjong
16
21
2
Banceuy
kp. Banceuy
8
9
3
Al Falah
kp. Banceuy Kulon
10
12
4
Al Musaadah
kp. Tanjung
15
10
5
Nurul Hikmah
kp. Pasir Goong
15
15
Jumlah
64
67

6.      
Babakansari
No
Nama Lembaga
Alamat Lembaga
Jumlah siswa
3 - 6 thn

L
P
1
Nurul Zihad
kp. Cilaku
10
19
2
Al Barokah
kp. Bbkn maleber
15
10
3
Nurussibyan
kp. Muhara
9
18
4
Misbahu Muin
kp. Peucang
5
9
5
Permata Hati
kp. Mekar Baru
16
1
Jumlah
55
57

7.      
Sukaluyu
No
Nama Lembaga
Alamat Lembaga
Jumlah siswa
3 - 6 thn

L
P
1
Bina Pertiwi
nyalindung
8
12
2
Melati Tunas
Bojongsari
7
5
3
Arben
Bojongsari
14
18
4
Tiara Bakti
Kabandungan
23
29
5
Manbaul Qiroat
Sukasirna
12
18
6
Pelangi
Sampih
14
18
Jumlah
78
100

8.      
Panyusuhan
No
Nama Lembaga
Alamat Lembaga
Jumlah siswa
3 - 6 thn

L
P
1
Istiqomah
Sukahegar


Jumlah

26

9.      
Mekarjaya
No
Nama Lembaga
Alamat Lembaga
Jumlah siswa
3 - 6 thn

L
P
1




Jumlah

35


Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).
Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.
Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) masih sering dianggap  tidak perlu, sehingga banyak orang tua yang lebih memilih untuk langsung menyekolahkan anaknya ke Sekolah Dasar itu dikarnakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang PAUD padahal PAUD dapat memberikan manfaat yang nyata terhadap perkembangan kecerdasan dan moral anak. PAUD menanamkan kejujuran, disiplin, cinta sesama, cinta tanah air, bahkan tentang gizi. Menurutnya, penyampaian nilai-nilai dasar tersebut semakin efektif jika diberikan sejak usia dini, anak-anak yang ikut PAUD cenderung lebih berprestasi dan ceria, berani, dan bersemangat.
"Esensi dari PAUD adalah pemberian rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh-kembang anak dan dilaksanakan melalui pendekatan bermain sambil belajar,"masyarakat pada umumnya kurangnya minat memasukkan anaknya ke PAUD karena pemikiran masyarakat tentang PAUD adalah tempat bermain semata yang tidak ada unsur mendidiknya. Pada dasarnya PAUD dapat dilakukan secara tidak formal dengan dukungan pemerintah yang dilakukan di tempat-tempat umum seperti rumah ibadah atau posyandu.

Kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini di masyarakat belum mendapatkan perhatian yang cukup dari berbagai kalangan masyarakat, pemerintah, pihak swasta, orang tua, akademisi, praktisi pendidik, agamawan dan lain-lain.Masalah-masalah yang di hadapi adalah sebagai berikut :


1.         Belum terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan pengembangan anak usia dini
2.         Kurang kualitas dan kuantitas guru pengembangan anak usia dini
3.         Akses yang jauh
4.         Kurangnya animo masyarakat/kesadaran orang tua tentang pengembangan anak usia dini
5.         Kebijakan pemerintah tentang pengembangan anak usia dini yang belum memadai

Upaya yang telah dilakukan PNPM Mpd-GCS tentang PAUD sejauh ini adalah mensosialisasikan pengembangan anak usia dini ke masyarakat,melatih kader-kader dan tendik PAUD,mendata lembaga atau pospaud dan mendata sasaran anak usia dini. Urgensi pendidikan anak usia dini sendiri sudah tidak diragukan lagi manfaatnya bagi peningkatan kualitas anak dan anak yang mendapatkan layanan pendidikan anak usia dini akan lebih baik dari berbagai aspek perkembangannya, oleh karenanya hubungan pengembangan pendidikan anak usia dini dengan peningkatan kualitas anak sangat erat. Solusi yang dapat diupayakan untuk masalah ini antara lain sebagai berikut :
1.         Pemerintah selayaknya lebih memprioritaskan anggaran pembangunan pengembangan anak usia dini diatas bidang pembangunan yang lain.
2.         Pemerintah dapat mendukung dan bekerjasama dengan pihak PNPM MPd GSC baik tingkat pusat maupun daerah untuk membangun pengembangan anak usia dini berupa bantuan dana, supervisi, pembinaan guru dan sosialisai acuan pembelajaran yang lebih intensif.
3.         Pemerintah, melalui PNPM MPd GSC menyelenggarakan pengembangan bagi anak usia dini yang dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.
4.         Pembinaan pengembangan anak usia dini , tidak hanya posyandu tetapi juga dengan sistem door to door dan terjun langsung kemasyarakat.
5.         Mengadakan lembaga pengembangan anak usia dini yang terjangkau bahkan Cuma-Cuma untuk masyarakat kurang mampu dengan subsidi dari pemerintah dan masyarakat setempat.

Pengembangan anak usia dini bukanlah bidang yang dapat dianggap ringan perlu orang yang berkompeten dibidangnya untuk mendidik anak, karena itu guru pendidikan anak usia dini perlu mempunyai latar pendidikan yang sesuai dengan pendidikan anak usia dini agar dapat mengajar dengan baik dan memaksimalkan potensi-potensi anak. Peningkatan kualitas anak usia dini juga dipengaruhi oleh faktor kuantitas guru, rasio perbandingan anak dan guru yang tak seimbang akan meninbulkan masalah baru, satu guru yang mengajar 30 anak tentu tidak bisa memperhatikan proses belajar anak tersebut satu persatu secara intensif. Kurang berminatnya lulusan atau masyarakat untuk jadi guru anak usia dini menjadi kendala perkembangan pendidikan anak usia dini diindonesia. Hal ini disebabkan secara filosofi manusia indonesia kurang mengenal pengembangan anak usia dini sehingga apa yang tercermin dari moralitas manusia dewasa indonesia saat ini pada umumnya adalah kurangnay rasa tanggungjawab, toleransi, disiplin, kejujuran dan kepekaan terhadap sesamanya. Perlu kerjasama yang saling mendukung antara pemerintah dan organisasi profesi pendidikan anak usia dini (HIMPAUDI baik tingkat pusat maupun daerah) untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan kuantitas guru/pamong pendidikan anak usia dini secara merata.



0 komentar to “Perkembangan Pendidikan di Tingkat Kecamatan”

Posting Komentar